Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Vietnam Mengaku Miliki Vaksin Penawar Demam Babi Afrika, Pakar Meragukan

Share the knowledge

Jutaan babi dimusnahkan dalam upaya untuk menghambat penyebaran virus babi Afrika yang beberapa bula terakhir menjangkit di peternakan-peternakan babi di Asia Tenggara, Korea, dan Cina. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=6oQ-QNceaGY)

Jutaan babi dimusnahkan di Vietnam dalam upaya untuk menghambat penyebaran virus babi Afrika yang beberapa bula terakhir menjangkit di peternakan-peternakan babi di Asia Tenggara, Korea, dan Cina. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=6oQ-QNceaGY)

Pejabat Vietnam mengatakan, lebih dari 2,9 juta dari sekitar 30 juta populasi babi di seluruh Vietnam, telah dimusnahkan terkait wabah demam babi Afrika. Hanoi menumumkan mereka telah berhasil menciptakan vaksinnya. Namun pakar meragukan.

Menteri Pertanian Vietnam, Nguyen Xuan Cuong, mengatakan Selasa (3/7/2019), dilansir laman Reuters, dari populasi babi sekitar 30 juta ekor di negerinya, lebih dari 2,9 juta babi telah dimusnahkan.

Seiring pengakuan itu, pemerintah Vietnam juga mengatakan pihaknya telah berhasil menciptakan vaksin untuk memerangi virus yang telah menginfeksi peternakan babi di seluruh negara di kawasan Asia Tenggara dan mendorong pemusnahan sekitar 10% dari kawanan babinya.

Demam babi Afrika yang telah menyebar ke Laos dan Korea Utara –juga setelah terdeteksi di Cina pada Agustus 2018– pertama kali terdeteksi di Vietnam pada Februari 2019 dan menyebar ke pertanian di 61 dari 63 provinsi di negara itu.

Postcomended   Ilmuwan Israel Temukan Permukiman Neanderthal yang Pernah Dihuni Berulang

“Saya pikir kami berada di jalur yang benar, dan kami akan segera memiliki vaksin,” kata Cuong, menurut kantor berita resmi Vietnam, VNA. Vaksin itu, kata penyiar Televisi Negara Vietnam (VTV) dalam sebuah laporan terpisah di hari yang sama, dikembangkan di Universitas Nasional Pertanian Vietnam, dan telah diuji di laboratoriumnya dan di tiga peternakan di Vietnam utara.

Namun, para ahli vaksin dan demam babi Afrika meragukan klaim tersebut, dan mengatakan perlu ada lebih banyak penelitian untuk membuktikan kelayakan vaksin apa pun.

“Kita memerlukan fase berbeda dari uji klinis, pertama dalam lingkungan eksperimental dengan paparan terkontrol, dan kemudian uji coba lapangan dengan paparan alami terhadap virus, dan itu tidak mungkin uji coba kecil,” kata Dirk Pfeiffer, seorang profesor epidemiologi hewan di Universitas Kota Hong Kong.

Sifat kompleks dari virus dan kesenjangan dalam pengetahuan tentang infeksi dan kekebalan, sejauh ini menghambat upaya global lainnya untuk mengembangkan vaksin yang tidak berbahaya bagi manusia tetapi mematikan bagi babi.

Para peneliti di tempat lain telah meninggalkan upaya untuk menggunakan virus yang dimatikan untuk vaksin, dan kelompok-kelompok di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Cina, telah bekerja pada vaksin hidup sebagai gantinya, yang membawa risiko keamanan yang lebih tinggi.

Postcomended   Jasa Marga Sosialisasikan Pemberlakuan Paket Kebijakan Atasi Kemacetan Ruas Tol Jakarta-Cikampek

Dalam uji coba awal Vietnam, 31 dari 33 babi yang disuntik dengan vaksin uji masih sehat setelah menerima dua suntikan selama beberapa bulan, menurut laporan VTV.

Sementara itu babi-babi lain di peternakan telah mati karena virus tersebuit, kata laporan itu, tanpa memberikan angka spesifik. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan tentang vaksin tersebut atau uji coba yang telah dilakukan.

Direktur universitas pertanian, Nguyen Thi Lan, mengatakan, vaksin tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, dan membutuhkan pengujian pada skala yang lebih besar. Lan menolak mengomentari laporan itu dan merujuk pertanyaan dari Reuters ke kementerian pertanian, yang tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Daging babi merupakan tiga perempat dari total konsumsi daging di Vietnam, negara berpenduduk 95 juta orang di mana sebagian besar babi yang dipelihara di peternakan dikonsumsi di dalam negeri. Industri daging babi di negara itu bernilai 94 triliun dong (4 miliar dollar AS) per tahun, dan menyumbang hampir 10% dari sektor pertanian Vietnam.

Postcomended   Fans fanatik, pria ini rela bikin tato tokoh kartun di seluruh badan #SURUHGOOGLEAJA

Demam babi Afrika pertama kali terdeteksi di Asia tahun lalu (2018), tepatnya di Cina, negara produsen daging babi terbesar di dunia. Sebanyak setengah dari babi peternakan Cina telah mati atau disembelih karena penyakit ini, dua kali lebih banyak dari yang dilaporkan secara resmi.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top