Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Dikritik, Donald Trump Malah Suruh Empat Anggota Kongres Wanita untuk Minta Maaf

Share the knowledge

Kika: Tlaib, Omar, Ocasio-Cortez, dan Pressley, saat mengeluarkan pernyataan bersama terkait cuitan rasis Presiden Donald Trump. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=2yy6zTP7xNc)

Kika: Tlaib, Omar, Ocasio-Cortez, dan Pressley, saat mengeluarkan pernyataan bersama terkait cuitan rasis Presiden Donald Trump. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=2yy6zTP7xNc)

Donald Trump memperbarui serangan terhadap empat wanita anggota Kongres dari Partai Demokrat, menuntut mereka meminta maaf. Ini dilakukan setelah cuitan xenofobia-nya minggu lalu yang menyuruh keempatnya pulang ke negeri asalnya, memicu keprihatinan keempatnya.

Ini juga dilakukan setelah keempat Kongreswati tersebut, dua di antaranya Muslim, mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengecam Trump. Xenofobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing.

Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut bukannya meminta maaf, malah dia menyuruh keempat wanita berlatar belakang imigran ini yang meminta maaf, dengan dalih mereka telah mengatakan hal-hal mengerikan (penuh kebencian).

“Saya tidak percaya keempat wanita Kongres itu mampu mencintai Negara kita,” Trump bercuit Senin (22/7/219) yang diarahkan kepada anggota Kongres wanita tersebut dari Partai Demokrat, yakni Alexandria Ocasio-Cortez, Rashida Tlaib, Ilhan Omar, dan Ayanna Pressley.

Postcomended   Ini Dia Bintang-bintang Paling Bergaya Versi "People" Jelang Academy Awards

“Mereka harus meminta maaf kepada Amerika (dan Israel) untuk hal-hal mengerikan (kebencian) yang mereka katakan. Mereka menghancurkan Partai Demokrat, tetapi mereka adalah orang-orang yang lemah & tidak aman yang tidak pernah dapat menghancurkan Bangsa kita yang agung!” cuit Trump, seperti dilansir Bloomberg.

Komentar ini muncul seminggu setelah Trump memicu badai kemarahan ketika dia menyerang anggota parlemen yang berhaluan kiri dengan serangkaian cuitan yang mengatakan mereka harus “kembali” ke negara asal mereka. Ketiga Kongreswati itu –tiga di antaranya lahir di AS– berasal dari keturunan Hispanik, Arab, Somalia, dan Afrika-Amerika.

Dalam langkah yang jarang terjadi, Trump ditegur oleh Dewan Perwakilan Rakyat (Kongres) yang dikendalikan Demokrat pada Selasa karena “komentar rasis” terhadap para wanita, yang dikenal sebagai “Pasukan.” Keesokan harinya teriakan “Kirim dia kembali!” pecah di reli presiden “Make America Great Again” di Greenville, North Carolina, ketika dia kembali menyerang para wanita.

Postcomended   4 Oktober dalam Sejarah: Kereta yang Menjadi latar Novel Agatha Christie, Diluncurkan

Omar Disebut Berideologi Sayap Kiri

Untuk menyenangkan ribuan pendukungnya, Trump menggambarkan Omar dan Demokrat lainnya sebagai “ideolog sayap kiri (yang) melihat AS sebagai kekuatan jahat.” Trump kemudian mengatakan ada “energi besar” pada rapat umum itu, tetapi mengklaim bahwa dia tidak senang dengan ejekan itu.

Beberapa calon presiden dari Partai Demokrat dan beberapa anggota partai Republik yang berencana untuk melawan Trump dalam pemilu presiden berikutnya, mendesak Trump untuk mengurangi retorika.

Tetapi presiden telah menjelaskan –meskipun ada risiko ketegangan rasial yang meluas dan memperluas kesenjangan partisan– dia yakin dia telah menggunakan strategi kemenangan.

Trump membuat keluhan di kalangan warga kulit putih kerah biru dan pedesaan Amerika ketika meraih kemenangan tipis pada 2016, memenangkan 57 persen pemilih kulit putih sementara saingannya Hillary Clinton menang 37 persen.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top